Dalam rangka menyiapkan trainer-trainer yang siap memfasilitasi setiap Pelatihan Zero Waste Lifestyle yang diadakan oleh YPBB Bandung (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi), maka pada tanggal 29-30 Oktober 2016 lalu YPBB mengadakan Training of Trainers (ToT) untuk para relawan trainer yang sebelumnya telah mengikuti Pelatihan Relawan Zero Waste Gelombang I (Mei 2016) dan Gelombang II (Agustus 2016).

ToT yang bertempat di Urban Center YPBB, Jalan Jalak No. 20 Bandung ini diikuti oleh 9 orang peserta yang difasilitasi oleh empat orang dari YPBB yaitu Anil, Jessis, Rikrik dan Melly.

foto-bersama-peserta-tot-dan-para-fasilitator
Foto Bersama, Peserta ToT dan Para Fasilitator (dok. YPBB)

ToT kali ini terbagi dalam dua hari, hari pertama penyampaian materi, lalu hari kedua adalah latihan presentasi.

Pada hari pertama ToT, acara dimulai dengan ice breaking yang dibawakan oleh Anil, lalu lanjut masuk ke acara inti. Peserta diajak untuk menonton video “The Story of Stuff” sebagai pengantar pembahasan tentang permasalahan dan solusi mengenai persoalan sampah mulai dari segi ekstraksi, produksi, konsumsi dan pembuangan, lalu para peserta diajak untuk menuliskan ide-ide mereka pada metaplan, dan kemudian didiskusikan bersama. Di akhir diskusi, Anil menyampaikan bahwa “yang terpenting untuk menjadi trainer adalah proses belajarnya itu sendiri, sehingga pengetahuan kita menjadi lebih kaya lagi sehingga dapat menjadi fasilitator yang baik”.

Selanjutnya Jessis memberikan sedikit sharingnya tentang “circular economy” dari public speaking Paul Connet di Pendopo Kota bandung pada hari Kamis, 27 Oktober 2016 lalu, juga sharing mengenai “10 Tahapan Mencapai Model Kawasan Zero Waste” dari pelatihan oleh Froilan Grate di Aula Gedung Pikiran Rakyat, 21-22 Oktober 2016 lalu.

Para Fasilitator (Jessis, Anil & Rikrik).JPG
Para Fasilitator (Jessis, Anil & Rikrik) (dok. YPBB)

Setelah break snack sekitar 15 menit, acara kembali dilanjutkan. Kali ini adalah pemutaran video kumpulan rekaman testimoni para relawan trainer YPBB. Mereka memaparkan tentang apa itu trainer, pengalaman-pengalaman apa yang mereka dapatkan, serta manfaat yang mereka rasakan selama menjadi trainer. Harapannya, hal-hal yang baik juga bisa dirasakan para peserta ToT ketika nantinya mereka menjadi trainer, serta bisa memperbaiki hal-hal yang sebelumnya masih kurang.

Tambahan pesan dari Anil kepada peserta ToT setelah menonton video testimoni ini, “Dengan menjadi trainer jangan malas untuk berbagi, karena justru dalam proses berbagi itu kita akan mendapatkan lebih banyak lagi pengalaman dan ilmu baru, dan itu  menjadikan kita lebih kaya, dan begitu seterusnya, sehingga membentuk lingkaran kebaikan yang tidak terputus-putus”.

Pada bagian berikutnya, para peserta diajak untuk menyimak video tentang teknik-teknik public speaking, dan setelah itu bersama-sama mendiskusikannya, sesuai dengan pengalaman dan kondisi masing-masin peserta ToT. Pada bagian ini para fasilitator juga berbagi tips public speaking berdasarkan pengalaman fasilitasi pelatihan para fasilitator.

Setelah istirahat makan siang selama 1 jam, sesi ToT dilanjutkan dengan diskusi yang difasilitasi oleh Rikrik. Kali ini peserta diminta untuk berkelompok dan menggambarkan ke dalam sebuah kertas, kondisi yang merupakan “fasilitasi” dan “bukan fasilitasi”. Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya mereka masing-masing, dan dari kegiatan ini para peserta ToT diminta untuk mendefinisikan sendiri apa arti fasilitasi menurut mereka.

presentasi-salah-satu-peserta
Presentasi Salah Satu Peserta (dok. YPBB)

Kembali ke Anil, berikutnya para peserta diberikan sebuah contoh situasi, dan mereka diminta untuk memfasilitasi atau menjadi fasilitator dari contoh kasus tersebut. Setelah para peserta memberikan beberapa skenario fasilitasi dengan sangat baik, Anil kemudian memperjelas lagi tujuan dari sebuah fasilitasi adalah untuk mempermudah atau membantu seseorang untuk mencapai tujuannya. Kaitannya dengan pelatihan zero waste, fasilitasi oleh para trainer tujuannya adalah supaya nanti pada akhirnya peserta traning terbantu dalam mengambil keputusan sendiri dan merumuskan tujuan bersama yang terbaik dari isu yang disampaikan oleh trainer.

Diskusi Kelompok.JPG
Diskusi Kelompok (dok. YPBB)

Berikutnya, Rikrik memberikan simulasi permainan untuk membantu peserta menemukan pemahamannya masing-masing dengan menggunakan “Games Granat”. Permainan berlangsung seru, terutama ketika akhirnya granat “meledak” di tangan salah satu peserta ToT. Lalu Rikrik menanyakan kepada para peserta apa hubungan meledaknya granat dalam permainan tersebut dengan persoalan sampah? Para peserta ToT pun menyampaikan ide-idenya dan pada akhirnya mereka menemukan sendiri jawaban hubungan perumpamaan antara granat dan persoalan sampah yang ada saat ini. Dengan dibawakannya permainan ini diharapkan para peserta ToT dapat mengetahui bahwa trainer dapat memasukkan muatan materi ke dalam sebuah permainan supaya memudahkan para peserta training dalam memahami konten atau menemukan jawaban atas persoalan sampah yang ada.

Games Granat oleh Rikrik.JPG
Games Granat oleh Rikrik (dok. YPBB)

Pada bagian akhir ToT hari pertama ini, Anil menjelaskan tentang pembagian tugas kelompok, serta bahan presentasi untuk ToT hari kedua.

Metaplan Peserta ToT.JPG
Metaplan Peserta ToT (doc. YPBB)

Di hari kedua ToT, latihan presentasi dilakukan dua kali, yaitu pertama masing-masing kelompok presentasi sesuai dengan latihan yang telah mereka lakukan bersama kelompok, lalu para fasilitator (Anil & Rikrik) memberikan penilaian dan masukan-masukan, lalu setelah istirahat makan siang, para peserta ToT kembali melakukan latihan presentasi, dengan bahan yang sama, kelompok yang sama, tetapi kali ini lebih disempurnakan lagi sesuai dengan hasil evaluasi, penilaian dan masukan dari para fasilitator.

Di akhir ToT hari kedua, Melly (fasilitator dari YPBB) hadir untuk menjelaskan isi dari MoU yang akan ditandatangani oleh relawan trainer (sebagai pihak pertama) dan Melly (sebagai wakil dari YPBB/ pihak kedua), sebagai perjanjian diantara kedua belah pihak untuk menjalani masa magang selama dua bulan. Acara selama dua hari berjalan dengan sangat lancar, dan para relawan trainer juga telah berlatih dengan sangat baik, itu semua tak terlepas dari bantuan berharga dari para fasilitator yang juga telah memfasilitasi ToT dengan sangat baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s